Jasa Pembuatan Conveyor Metro | 0812-2245-0496

Jasa pembuatan conveyor Metro menaikkan keuntungan usaha Anda menggunakan dengan conveyor custom sesuai keperluan produksi.

 

Jasa pembuatan conveyor Metro

Kami membantu meningkatkan pendapatan bisnis Anda menggunakan dengan conveyor custom sesuai kebutuhan produksi.

 

 

Jasa pembuatan conveyor Metro

 

Jangan biarkan pendapatan usaha Anda STAGNAN DAN TURUN karena lini PRODUKSI LAMBAT tanpa CONVEYOR Custom yang SESUAI!!!!

 

Bisnis stagnan bahkan bangkrut gara-gara tidak menggunakan jasa pembuatan conveyor Metro

Alat produksi seperti conveyor sangat penting untuk mendukung produksi Anda. Sekiranya Anda ingin meningkatkan produksi maka conveyor custom yang cocok dengan desain untuk mengembangkan produksi ialah suatu kewajiban. Dengan menerapkan conveyor yang tak sesuai dengan kebutuhan maka Anda akan mengalami dua kerugian. Pertama, uang Anda sia-siakan karena membeli barang produksi yang tidak cocok dengan karakter produksi dan kedua, tujuan Anda untuk menaikkan produksi tak tercapai.

 

Bagaimana metode jasa pembuatan conveyor Metro memproduksi conveyor untuk Anda…

Untuk bisa membuat conveyor custom yang dapat mengoptimalkan produksi sehingga menaikkan omset Anda, kami memiliki tiga keunggulan dari jasa pembuatan conveyor Metro ialah:

Desain conveyor custom pantas keperluan

Datum Presisi untuk mendesain conveyor custom sesuai dengan kebutuhan produksi supaya produksi bisa maksimal.

Kelengkapan dan perlengkapan modern terkini

Datum Presisi menawarkan jasa pembuatan conveyor Metro menggunakan bahan terbaik dan kelengkapan modern terbaru agar pembuatan conveyor bisa maksimal.

Pemasangan dan Instalasi Conveyor Maksimal

Datum Presisi menawarkan pemasangan dan instalasi yang fit dengan perlengkapan produksi yang lain.

 

Portfolio jasa pembuatan conveyor Metro

Kami sudah memproduksi conveyor sebanyak:

Animasi Perhitungan Hasil Produksi Conveyor

Dan akan terus bertambah seiring waktu.

 

Saat ini kami telah melayani ratusan perusahaan untuk membantu mereka menaikkan produksi. Berikut adalah diantaranya.

 

Animasi Logo klien

 

 

Testimoni Klien Jasa pembuatan conveyor Metro Yang Puas…

Berikut yakni sebagian testimoni dari klien jasa pembuatan conveyor kami untuk menunjukan kepuasannya terhadap hasil produksi fabrikasi kami.

Harga sebanding dengan kualitasnya

Setelah dibanding-banding harga conveyor di datum harga paling kompetitif dan make sense, setelah mendapat produknya harga sebanding dengan kualitasnya

 Bpk. Alan Perdana – PT Illiadi

Selama operasional tidak ada masalah

Sebelum di datum, conveyor dari produsen lain sering bermasalah. Dengan conveyor dari datum, selama operasional tidak ada masalah sehingga produksi meningkat

Bpk. Darmaga Ramelan – PT Radiant Utama Interinsco

Desain, fabrikasi dan instalasi cepat

Proses desain fabrikasi dan instalasi cepat dan yang dipesan matching dan sesuai dengan mesin yang lain sehingga produksi dapat ditingkatkan optimal

Bpk. Husin Nugraha – PT Integra Geosolusindo

 

Mau meningkatkan omset dengan conveyor custom yang pas? Ikuti Tiga tahap ini…

Datum Presisi menawarkan jasa pembuatan conveyor Metro untuk meningkatkan jumlah produksi sehingga pendapatan naik. Untuk menempuh tujuan tersebut, silahkan ikuti 3 tahap berikut:

WA Kami Sekarang Juga Untuk Konsultasi

Silahkan kontak kami, jasa pembuatan conveyor Metro, via WA / Telepon untuk berbicara tentang conveyor yang cocok dengan kebutuhan bisnis Anda.

Survey, Desain, Fabrikasi Dan, Install

Kami, jasa pembuatan conveyor Metro, dapat melakukan survei apabila diperlukan untuk dapat merancang, fabrikasi dan instalasi.

Omset Meningkat Dengan Conveyor Custom

Keuntungan bisnis Anda akan tambah dengan conveyor custom terbaik memenuhi kebutuhan produksi secara maksimal.

 

 

Jasa pembuatan conveyor Metro

Kami, jasa pembuatan conveyor Metro, mampu memfabrikasi semua jenis conveyor. Berikut Kami tawarkan 5 jenis utama conveyor custom untuk berbagai keperluan. Penawaran khususKeempat jenis conveyor tersebut ialah:

Pembuatan Gravity Roller Conveyor; Harga 4 jt menjadi 2,5 jt per meter.

Pembuatan Belt Conveyor; Harga 7,5 jt menjadi 5 jt per meter.

Pembuatan Screw Conveyor; Harga 9,5 jt menjadi 7,5 jt per meter.

Pembuatan Chain Conveyor; Harga 8 jt menjadi 5 jt per meter.

 

 

Jasa Pembuatan conveyor Metro

Kami tahu Anda ingin mengembangkan usaha dan meningkatkan omset dari bisnis Anda. Untuk menempuhnya mau tak ingin peningkatan produksi secara jumlah dan kecepatan harus dilaksanakan. Untuk hal tersebut diperlukan mesin produksi yang lebih pesat dan optimal.

Tanpa adanya conveyor custom yang layak dengan cara yang ada, peningkatan produksi tidaklah mungkin. Conveyor yang layak dan sesuai yang sanggup mengembangkan alur produksi yang ada terbukti tak gampang didapat. Tapi ini membuat peningkatan produksi tertunda dan membuat Anda tertekan dan stress memandang masa depan usaha Anda.

Anda tahu selain mendapatkan dan melayani klien Anda dengan baik, lini produksi yang optimal yaitu kunci kemajuan bisnis. Anda tak mempunyai keahlian untuk bisa memaksimalkan desain conveyor untuk produksi Anda.

Disinilah Kami, Datum Presisi jasa pembuatan conveyor Metro, hadir untuk menolong lini produksi Anda.

Kami sudah membantu ratusan usaha untuk meningkatkan volume produksi yang diharapkan. Dengan tiga keunggulan yang kami miliki, kami yakin dapat membantu Anda meningkatkan omset dengan meningkatkan produksi dengan tiga keunggulan utama.

Tiga keunggulan kami yakni desain conveyor custom sesuai kebutuhan, kelengkapan dan perlengkapan modern terbaru dan pemasangan dan instalasi conveyor maksimal.

Jadi Silahkan hubungi kami, jasa pembuatan conveyor Metro via WA / Telepon untuk berbincang-bincang tentang fabrikasi conveyor Metro yang cocok keperluan usaha Anda, kami bisa melakukan survey apabila dibutuhkan untuk dapat mendesain. fabrikasi dan instalasi, dan Omset usaha Anda akan meningkat dengan jasa pembuatan conveyor Metro terbaik memenuhi kebutuhan produksi secara maksimal.

Jadi segera HENTIKAN PENURUNAN OMSET bisnis Anda dan mulailah TINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI Anda, dengan menggunakan JASA PEMBUATAN CONVEYOR  Metro.

 

 

Jenis pembuatan conveyor

Kami memmbuat semua jenis conveyor seperti conveyor batu bara,conveyor belt, gravity roller conveyor, screw conveyor,v belt conveyor,conveyor belt rollers,rubber conveyor belt,wire mesh conveyor,cake breaker conveyor,roller chain conveyor,table top chain conveyor,chain conveyor, drag chain conveyor,flat belt conveyor,modular belt conveyor,rubber skirt conveyor,screw conveyor design,bottom cross conveyor,conveyor aluminium profile,drum roller conveyor,overhead chain conveyor,overhead conveyor,snubber roller conveyor,bottle conveyor belt,box elevator conveyor,bread cooling conveyor,drive pulley conveyor,vertical screw conveyor,conveyor belt bed,heavy duty roller conveyor, horizontal bucket conveyor, dll.

 

Asal klien jasa pembuatan conveyor Metro

Asal konsumen klien PT Datum Presisi Indonesia berasal dari Kota Metro, Lampung melalui pemesanan online.

Sekilas tentang Kota Metro

Kota Metro (Aksara Lampung: HadTransparanMetro.PNG ) adalah salah satu kota yang berada di provinsi Lampung, Indonesia. Berjarak sekitar 52 km dari Kota Bandar Lampung, ibu kota provinsi Lampung, serta merupakan kota terbesar kedua di provinsi Lampung. Kota Metro masuk dalam Daftar 10 kota di Indonesia dengan biaya hidup terendah ke-9 di Indonesia serta urutan kedua di Pulau Sumatra berdasarkan Survei BPS tahun 2017.
Saat ini, Kota Metro sedang melakukan pembenahan dan pengembangan kota yang lebih maju menuju visi dan misinya sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga di provinsi Lampung dengan memperbaiki sektor pendidikan, keamanan, kebersihan serta meningkatkan fasilitas publik, pengoptimalan ruang terbuka hijau, dan membangun taman-taman di sudut-sudut kota. Kota Metro juga merupakan target cetak biru Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia sebagai kawasan strategis dan target pengembangan kota metropolitan setelah Bandar Lampung.

Sejarah kelahiran Kota Metro bermula dengan dibangunnya kolonisasi dan dibentuk sebuah induk desa baru yang diberi nama Trimurjo. Sebelum tahun 1936, Trimurjo adalah bagian dari Onder Distrik Gunungsugih yang merupakan bagian dari wilayah Marga Nuban. Kawasan ini adalah daerah yang terisolasi tanpa banyak pengaruh dari penduduk lokal Lampung. Namun, pada awal tahun 1936 Pemerintah kolonial Belanda mengirimkan migran orang-orang Jawa (kolonis) ke wilayah ini untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan mengurangi kegiatan para aktivis kemerdekaan. Kelompok pertama tiba pada tanggal 4 April 1936.

Pada tanggal 9 Juni 1937, nama daerah itu diganti dari Trimurjo ke Metro dan pada tahun yang sama berdiri sebagai pusat pemerintahan Onder Distrik (setingkat kecamatan) dengan Raden Mas Sudarto sebagai asisten kepala distrik (asisten demang) pertama. Onder Distrik dikepalai oleh seorang Asisten Demang, sedangkan Distrik dikepalai oleh seorang Demang. Sedangkan atasan daripada Distrik adalah Onder Afdeling yang dikepalai oleh seorang Controleur berkebangsaan Belanda.

Tugas dari Asisten Demang mengkoordinasi Marga yang dikepalai oleh Pesirah dan di dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh seorang Pembarap (Wakil Pesirah), seorang Juru Tulis dan seorang Pesuruh (Opas). Pesirah selain berkedudukan sebagai Kepala Marga juga sebagai Ketua Dewan Marga. Pesirah dipilih oleh Penyimbang-penyimbang Kampung dalam Marganya masing-masing. Kediaman asisten wedana Metro pada masa Hindia Belanda Marga terdiri dari beberapa Kampung yaitu dikepalai oleh Kepala Kampung dan dibantu oleh beberapa Kepala Suku. Kepala Suku diangkat dari tiap-tiap Suku di kampung itu. Kepala Kampung dipilih oleh Penyimbang-penyimbang dalam kampung. Pada waktu itu Kepala Kampung harus seorang Penyimbang Kampung, jikalau bukan Penyimbang Kampung tidak bisa diangkat dan Kepala Kampung adalah anggota Dewan Marga.

Selama periode yang sama, pemerintah kolonial Belanda membangun lebih banyak jalan, juga klinik, kantor polisi, dan kantor administrasi. Pada tahun 1941 dibangun sebuah masjid, kantor pos, pasar yang besar, dan penginapan, serta pemasangan listrik dan saluran telepon. Pengembangan berikutnya adalah dibangunnya irigasi untuk memastikan tanaman yang sehat.

Belanda memperkerjakan Ir. Swam untuk merancang sistem irigasi. Desainnya dikenal dengan nama tanggul (bahasa Prancis “leeve”, sekarang bentukan ini dikenal dengan “ledeng”) selebar 30 meter dan sedalam 10 meter saluran irigasi dari Sungai Way Sekampung ke Metro. Buruh disediakan oleh pendatang, yang diwajibkan dan bekerja dalam shift. Konstruksi dimulai pada tahun 1937 dan selesai pada tahun 1941.

Versi pertama nama Metro berasal dari kata “Meterm” dalam Bahasa Belanda yang artinya “pusat” yang artinya di tengah-tengah antara Lampung Tengah dan Lampung Timur, bahkan ditengah (center) Provinsi Lampung. Versi kedua nama Metro berasal dari kata “Mitro” (Bahasa Jawa) yang berarti artinya teman, mitra, kumpulan. Hal tersebut dilatarbelakangi dari kolonisasi yang datang dari berbagai daerah di luar wilayah Sumatra yang masuk ke daerah Lampung. Pada zaman kemerdekaan nama Kota Metro tetap Metro. Dengan berlakunya Pasal 2 Peraturan Peralihan Undang-undang Dasar 1945 maka Metro Termasuk dalam bagian Kabupaten Lampung Tengah yang dikepalai oleh seorang Bupati pada tahun 1945, yang pada waktu itu Bupati yang pertama menjabat adalah Burhanuddin (1945-1948)

Setelah invasi Jepang di Indonesia pada tahun 1942, semua personil Belanda dievakuasi atau ditangkap. Program (trans)migrasi dilanjutkan di bawah nama Kakari Imin, dan 70 (trans)migran asal Jawa digunakan sebagai kerja paksa dalam pembangunan landas pacu di Natar (kelak menjadi Bandar Udara Internasional Radin Inten II) dan Astra Ksetra (kelak menjadi Pangkalan TNI Angkatan Udara Pangeran Mohammad Bunyamin), serta berbagai bunker dan aset strategis lainnya; mereka yang menolak akan ditembak.
Warga lainnya kurang gizi, dengan hasil panen mereka yang diambil oleh pasukan pendudukan Jepang. Penyakit menyebar secara merajalela ke seluruh warga, yang dibawa oleh kutu. Kematian umum terjadi, sedangkan para perempuan termasuk istri-istri para pekerja paksa, diambil sebagai wanita penghibur.
Pada zaman Jepang, Residente Lampoengsche Districten diubah namanya oleh Jepang menjadi Lampung Syu. Lampung Syu dibagi dalam 3 (tiga) Ken, yaitu:

Wilayah Kota Metro sekarang, pada waktu itu termasuk Metro Ken yang terbagi dalam beberapa Gun, Son, Marga-marga, dan Kampung-kampung. Ken dikepalai oleh Kenco, Gun dikepalai oleh Gunco, Son dikepalai oleh Sonco, Marga dikepalai oleh seorang Margaco, sedangkan Kampung dikepalai oleh Kepala Kampung.
Selama perang kemerdekaan Indonesia, Belanda berusaha untuk merebut kembali Metro. Ketika mereka pertama kali tiba, mereka tidak dapat masuk jembatan ke kota Tempuran karena telah dihancurkan oleh pasukan 26 TNI di bawah komando Letnan Dua (Letda) Bursyah; konvoi Belanda terpaksa mundur. Namun, hari berikutnya Belanda kembali dalam jumlah yang lebih besar dan menyerang dari Tegineneng, akhirnya memasuki kota dan menewaskan 3 tentara Indonesia. Untuk mengenang peristiwa ini, dibangunlah sebuah monumen di Tempuran, Lampung Tengah, tepatnya di pintu masuk Kota Metro.

Setelah Indonesia merdeka dan dengan berlakunya pasal 2 Peraturan Peralihan UUD 1945, maka Metro Ken menjadi Kabupaten Lampung Tengah termasuk Kota Metro di dalamnya. Berdasarkan Ketetapan Residen Lampung No. 153/ D/1952 tanggal 3 September 1952 yang kemudian diperbaiki pada tanggal 20 Juli 1956 ditetapkan:

Dengan dihapuskannya Pemerintahan Marga maka sekaligus sebagai nantinya dibentuk Pemerintahan Negeri. Pemerintahan Negeri terdiri dari seorang Kepala Negeri dan Dewan Negeri, Kepala Negeri dipilih oleh anggota Dewan Negeri dan para Kepala Kampung. Negeri Metro dengan pusat pemerintahan di Metro (dalam Kecamatan Metro).

Dalam praktik, dirasakan kurangnya keserasian antara pemerintahan, keadaan ini menyulitkan pelaksanaan tugas pemerintahan oleh sebab itu Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Lampung pada tahun 1972 mengambil kebijaksanaan untuk secara bertahap Pemerintahan Negeri dihapus, sedangkan hak dan kewajiban Pemerintahan Negeri beralih kepada kecamatan setempat.

Sejarah kelahiran Kota Metro bermula dengan dibangunnya sebuah induk desa baru yang diberi nama Trimurjo. Dibangunnya desa ini dimaksudkan untuk menampung sebagian dari kolonis yang didatangkan oleh perintah Hindia Belanda pada tahun 1934 dan 1935, serta untuk menampung kolonis-kolonis yang akan didatangkan berikutnya. Pada zaman pelaksanaan kolonisasi selain Metro, juga terbentuk onder distrik yaitu Pekalongan, Batanghari, Sekampung, dan Trimurjo. Kelima onder distrik ini mendapat rencana pengairan teknis yang bersumber dari Way sekampung yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh para kolonisasi-kolonisasi yang sudah bermukim di onder distrik yang biasa disebut bedeng-bedeng dimulai dari Bedeng 1 bertempat di Trimurjo dan Bedeng 67 di Sekampung, yang kemudian nama bedeng tersebut diberi nama, contohnya Bedeng 21, Yosodadi.

Kedatangan kolonis pertama di desa Trimurjo yaitu pada hari Sabtu tanggal 4 April 1936 yang ditempatkan pada bedeng-bedeng kemudian diberi penomoran kelompok bedeng, dan sampai saat ini istilah penomorannya masih populer dan masih dipergunakan oleh masyarakat Kota Metro pada umumnya.

Jika datang ke Kote Metro dan desa di kabupaten sekitar kota ini lebih mudah menemukan daerah dengan istilah angka-angka/bedeng, yaitu:

Bedeng di Kota Metro kini sering disebut juga dengan sebutan Distrik yang membuat semakin menguatkan akan kentalnya sejarah bekas kolonisasi penjajahan Belanda di kota ini. Di Kota Metro banyak masyarakat yang menyebutkan nomor bedeng/distrik tersebut dikarenakan lebih mudah dan familiar.

Setelah ditempati oleh para kolonis dari pulau Jawa, daerah bukaan baru yang termasuk dalam kewedanaan Sukadana yaitu Marga Unyi dan Buay Nuban ini berkembang dengan pesat. Daerah ini menjadi semakin terbuka dan penduduk kolonis pun semakin bertambah, sementara kegiatan perekonomian mulai tambah dan berkembang.

Berdasarkan keputusan rapat Dewan Marga tanggal 17 Mei 1937 daerah kolonisasi ini diberikan kepada saudaranya yang menjadi koloni dengan melepaskannya dari hubungan marga. Dan pada Hari selasa tanggal 9 Juni 1937 nama desa Trimurjo diganti dengan nama Metro. Tanggal 9 Juni inilah yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Metro, sebagaimana yang telah dituangkan dalam perda Nomor 11 Tahun 2002 tentang Hari Jadi Kota Metro.

Sebelum menjadi kota administratif pada tahun 1986, Metro berstatus kecamatan yakni kecamatan Metro Raya dengan 6 (enam) kelurahan dan 11 (sebelas) desa.
Adapun 6 kelurahan itu adalah:

Sedangkan 11 desa tersebut adalah:

Atas dasar Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1986 tanggal 14 Agustus 1986 dibentuk Kota Administratif Metro yang terdiri dari Kecamatan Metro Raya dan Bantul yang diresmikan pada tanggal 9 September 1987 oleh Menteri Dalam Negeri.

Pada perkembangannya, 5 desa di sebelah selatan aliran Sungai/Way Sekampung dibentuk menjadi sebuah kecamatan baru, yaitu Kecamatan Metro Kibang dan dimasukkan ke dalam wilayah pembantu Bupati Lampung Tengah wilayah Sukadana (sekarang masuk menjadi Kabupaten Lampung Timur).

Dengan kondisi dan potensi yang cukup besar serta ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, Kotif Metro tumbuh pesat sebagai pusat perdagangan, pendidikan, kebudayaan dan juga pusat pemerintahan, maka sewajarnyalah dengan kondisi dan potensi yang ada tersebut Kotif Metro ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Metro.

Harapan memperoleh Otonomi Daerah terjadi pada tahun 1999, dengan dibentuknya Kota Metro sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999 yang diundangkan tanggal 20 April 1999 dan diresmikan pada tanggal 27 April 1999 di Jakarta bersama-sama dengan Kota Dumai (Riau), Kota Cilegon (Jawa Barat kemudian Banten), Kota Depok (Jawa Barat), Kota Banjarbaru (Kalsel), dan Kota Ternate (Maluku Utara).

Kota Metro pada saat diresmikan terdiri dari 2 kecamatan, yang masing-masing adalah sebagai berikut:

Kecamatan Metro Raya, membawahi:

Kecamatan Bantul, membawahi:

Kota Metro terbagi atas 5 kecamatan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kelurahan dan Kecamatan di Kota Metro, wilayah administrasi pemerintahan Kota Metro dimekarkan menjadi 5 kecamatan yang meliputi 22 kelurahan.

Kecamatan Metro Pusat

Kecamatan Metro Timur

Kecamatan Metro Barat

Kecamatan Metro Utara

Kecamatan Metro Selatan

Kota Metro memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Berdasarkan karakteristik topografinya, Kota Metro merupakan wilayah yang relatif datar dengan kemiringan <6°, tekstur tanah lempung dan liat berdebu, berstruktur granular serta jenis tanah podzolik merah kuning dan sedikit berpasir. Sedangkan secara geologis, wilayah Kota Metro di dominasi oleh batuan endapan gunung berapi jenis Qw.

Wilayah Kota Metro yang berada di Selatan Garis Khatulistiwa pada umumnya beriklim humid tropis dengan kecepatan angin rata-rata 70 km/hari. Ketinggian wilayah berkisar antara 25–60 m dari permukaan laut (dpl), suhu udara antara 26 °C 34 °C, kelembaban udara 80%-91% dan rata-rata curah hujan per tahun 2.264 sampai dengan 2.868 mm.

Pola penggunaan lahan di Kota Metro secara garis besar dikelompokan ke dalam dua jenis penggunaan, yaitu lahan terbangun (build up area) dan tidak terbangun. Lahan terbangun terdiri dari kawasan pemukiman, fasilitas umum, fasilitas sosial, fasilitas perdagangan dan jasa, sedangkan lahan tidak terbangun terdiri dari persawahan, perladangan, dan penggunaan lain-lain.

Kawasan tidak terbangun di Kota Metro didominasi oleh persawahan dengan sistem irigasi teknis yang mencapai 2.982,15 hektar atau 43,38% dari luas total wilayah. Selebihnya adalah lahan kering pekarangan sebesar 1.198,68 hektar, tegalan 94,49 hektar, dan sawah non irigasi sebesar 41,50 hektar

Dengan alasan historis, kota Metro menegaskan dukungan sepenuhnya atas ekspansi hingga ke Kecamatan Punggur (Lampung Tengah), Pekalongan (Lampung Timur), Trimurjo (Lampung Tengah), dan Metrokibang (Lampung Timur). Namun pihak Lampung Tengah menunggu izin dari pemerintah pusat untuk menyerahkan beberapa kecamatannya.

Kota Metro dipimpin oleh seorang Wali kota dikarenakan keadaan dan status wilayah yang ada di Kota Metro. Saat ini, jabatan wali kota Metro dijabat oleh Wahdi dengan jabatan wakil wali kota dijabat oleh Qomaru Zaman. Berikut ini adalah daftar Wali Kota Metro:

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Metro dalam dua periode terakhir.

Pada Pemilu Legislatif 2014, DPRD Kota Metro adalah sebanyak 25 orang dan tersusun dari perwakilan 9 partai.

Kota Metro dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999 yang peresmiannya dilakukan di Jakarta pada tanggal 27 April 1999. Struktur Organisasi Pemerintah Kota Metro pada mulanya dibentuk melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2001 yang terdiri dari 9 Dinas Otonom Daerah, yaitu: 10 Bagian Sekretariat Daerah, 4 Badan dan 2 Kantor. Dalam perkembangan berikutnya, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003, Pemerintah Daerah Kota Metro melakukan penataan organisasi Perangkat Daerah sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Metro adalah sebagai berikut:

Kota Metro terdiri dari 5 kecamatan dan 22 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 165.368 jiwa dengan luas wilayah 61,79 km² dan sebaran penduduk 2.676 jiwa/km².

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Metro, adalah sebagai berikut:

Untuk mendukung Metro sebagai kota pendidikan dibangun sebuah gedung perpustakaan di jantung kota tepatnya di Kawasan II Pusat Pemerintahan Kota Metro. Bangunan ini dilengkapi sumber pustaka, arsip daerah dan sejarah, Koneksi Internet WiFi fiber optic kecepatan tinggi dan air conditioner (AC). Perpustakaan ini dibangun sejak tahun 2002. Perpustakaan yang dibiayai anggaran pemerintah daerah ini merupakan langkah awal jangka panjang menyediakan jasa pendidikan bagi masyarakat Kota Metro dan kabupaten sekitarnya.

Saat ini Metro sedang meletakkan dasar bagi perkembangan sebuah kota masa depan. Ruang publik dan hutan kota dirawat dan ditambah untuk paru-paru kota dan tempat komunikasi warga. Hutan kota yang terdaftar yaitu:

Walaupun Kota Metro merupakan kota kecil, tetapi event dan acara besar sering ditemui setiap tahunnya. Selain mempromosikan Kota Metro,Event ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata daerah.

Metro Fair adalah pameran tahunan yang ada di Kota Metro. Metro Fair biasanya berlangsung selama satu minggu penuh atau lebih dari awal Juni untuk memperingati hari jadi Kota Metro.

Metro Fair pertama diadakan pada tahun 2000. Sampai saat ini setiap tahun penyelenggaraannya tidak pernah terputus. Dari 2000 sampai 2016 Metro Fair sering berlangsung di Lapangan Samber. Namun dalam beberapa tahun yang lalu, Metro Fair pernah diadakan di Stadion Tejosari, 24 Metro Timur namun pengunjung yang datang sedikit akibat jarak tempuh yang jauh dan kurangnya akomodasi angkutan umum ke tempat acara.

Ajang MTQ sudah lama ada di Kota Metro. Kota Metro pernah menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Lampung ke 43. Ajang MTQ Kota Metro tidak hanya lagu yang dilombakan, juga termasuk cerdas cermat, pidato, kaligrafi, dan lain sebagainya.MTQ juga diselenggarakan antar dan di dalam instansi tertentu.

Nama Festival Putri Nuban (FPN) mulai dikenalkan sejak tahun 2013, ketika Kota Metro genap berusia 76 tahun. Festival ini turut merayakan hari ulang tahun Kota Metro yang biasanya digelar setiap tanggal 9 Juni yang disebut Metro Fair. Penamaan Nuban sendiri berasal dari nama keresidenan/marga yang memberikan sebagian wilayahnya (termasuk Keresidenan Sukadana) kepada kolonis pada masa penjajahan dahulu sebagai pengingat jasa dan kerendahan hati kebuayan nuban kepada kolonis yang datang di bumi Lampung.

Walau Metro sebuah kota kecil, tempo dulu sekitar tahun 1990-an telah bediri 4 bioskop yaitu Nuban Ria Theater, Metropole Theather, Department Store Chandra, dan Bioskop Metro Theater Shopping (Pertokoan Metro). Namun kini tak ada satupun yang masih bertahan. Bahkan, bangunan bioskop sudah digantikan dengan bangunan yang baru atau dialih fungsikan seperti Bioskop Nuban Ria yang dihancurkan dan diganti dengan Ruko Nuban Center senada dengan Metropole Theater, Department Store Chandra yang beralih fungsi sebagai kanal fashion di Departement Store Chandra.

Kota Metro terkenal dengan jajanan dan kulinernya yang lezat dan harga yang murah. Sentra kuliner sumur bandung merupakan pusat kuliner yang lengkap dan menjadi tempat makan dan berkumpul bagi masyarakat kota metro dan kabupaten di sekitarnya. Lokasinya terletak di Kompleks pertokoan Sumur Bandung dan buka pada sore menjelang malam hari.

Keripik pisang merupakan oleh-oleh khas Lampung yang dijual di Yosodadi, Distrik 21 Metro Timur, Supermarket lokal, serta deretan Toko oleh-oleh di Distrik 21. Perbedaan dari keripik pisang khas lampung lainnya dengan Kota Metro yaitu jenis keripik yang sekali makan (Bit size) dan berpori (berlubang lubang) seperti waffle dengan rasa yang bermacam-macam, contohnya yang paling populer yaitu keripik pisang rasa coklat, original, keju, susu, melon, moka, dan lain-lain dengan berbagai merk dan kemasan.

Kemplang merupakan sebuah jenis kerupuk yang digoreng dengan pasir atau dipanggang yang menimbulkan rasa khas. Kemplang dapat dijumpai di daerah Distrik 22a tepatnya Kelurahan Hadimulyo Timur dan Distrik 15b Timur, Kelurahan Imopuro Metro Pusat.

Makanan Asli Khas Lampung dan Sumatra Selatan ini banyak sekali dijumpai di Kota Metro, Seperti di Pindang Meranjat Riu (21 Yosomulyo), Ibung Err (Distrik 21c), Rumah Makan Omega (Kodim Distrik 22 Hadimulyo Barat), RM Seruwit Hj. Yohana (24 Tejoagung).

Semua bank pemerintah dan swasta nasional sudah semuanya memliki cabang di Metro. ATM dengan mudah dapat ditemui di dalam wilayah kota ini.

Di Kota Metro terdapat Polresta Metro yang membawahi beberapa Polsek seperti:

Berdasarkan sensus BPS, kota ini memiliki populasi penduduk sebanyak 160,729 jiwa (sensus 2016), dengan luas wilayah sekitar 68,74 km2.

Islam adalah agama mayoritas yang dianut masyarakat Kota Metro. Selain itu ada juga yang beragama Kristen Protestan, Kristen Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu.

Mayoritas penduduk kota Metro berasal dari etnis Jawa. Etnis berikutnya yang cukup mudah ditemui di Kota Metro yaitu Suku Lampung, Suku Sunda, Suku Ogan, Suku Semendo, Suku Banten, Suku Batak, Suku Minang, Suku Palembang, Etnis Melayu dan Etnis Tionghoa. Etnis Jawa di Kota Metro tersebar di hampir semua kawasan kota dan umumnya telah membaur dengan etnis lain sejak masa kolonialisme.

Masyarakat Metro yang plural menggunakan berbagai bahasa seperti bahasa setempat yang disebut Bahasa Lampung dan beberapa bahasa daerah lainnya seperti Bahasa Jawa, Bahasa Minang, Bahasa Sunda namun umumnya masyarakat menggunakan Bahasa Indonesia. Program kolonisasi yang dilakukan Belanda terhadap transmigran dari jawa serta pembukaan lahan yang dilakukan oleh kolonis yang dibawa oleh Belanda tersebut, membuat di Kota Metro banyak dijumpai Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.

Mata pencaharian penduduk Kota Metro pada tahun 2005 bergerak pada sektor pemerintahan (28,56%), sektor perdagangan (28,18), sektor pertanian (23,97%), transportasi dan komunikasi (9,84%) serta konstruksi (5,63%). Metro tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah penduduknya. Penduduk kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah ini, seperti Lampung Tengah dan Lampung Timur yang mencari nafkah dengan berdagang dan menjual jasa. Karena itu, di pagi, siang dan sore hari penduduk Metro lebih padat dibanding jumlah penduduk resminya.

Pemerintah pusat telah selesai membangun ruas jalan tol trans-Sumatra Bakauheni- Terbanggi Besar. Kota Metro mendapat akses dari tol ini melalui pintu tol Tegineneng Timur yang berjarak sekitar 14 km (15 menit) dari pusat Kota Metro. Dengan demikian, secara tak langsung hal tersebut berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Metro dan meningkatkan aksesibilitas Kota Metro ditinjau dari lajur koneksi Pulau Jawa, Bandar Lampung, dan Palembang. Keberadaan tol ini diharapkan mampu melancarkan distribusi barang dan jasa serta mobilitas penduduk maupun tenaga kerja di Kota Metro agar lebih cepat sehingga potensi-potensi seperti sektor pariwisata dan bisnis dapat lebih dimaksimalkan karena letaknya yang berada di tengah tengah provinsi Lampung.

Jalan protokol dan jalan utama dihijaukan. Ruas jalan masuk dan keluar Metro mulai dilebarkan tanpa memangkas jalur pedestrian. Sarana jalan bagi kelancaran arus lalu lintas sangat penting artinya bagi kota yang dikenal sebagai kota penting kedua di Provinsi Lampung ini.

Untuk saat ini Kota Metro belum memiliki jalur kereta api, tetapi Pemerintah Provinsi Lampung telah mengusulkan pengembangan sembilan trase jalur kereta api guna meningkatkan distribusi kekayaan dan mendorong perekonomian Lampung. Didalam masterplan tersebut, terdapat 9 prioritas pembangunan jalur kereta api yang diusulkan dan menjadikannya hasil final dari kajian yang dilakukan. Dan Metro mendapatkan trase Tegineneng-Metro dan Metro-Sukadana. Sehingga kedepannya, Kota Metro akan terhubung dengan sistem perkeretaapian nasional di Provinsi Lampung.

Terletak 52 kilometer dari Bandar Lampung, Ibu Kota Provinsi Lampung, Metro juga dikenal sebagai Kota Pendidikan. Setiap pagi angkutan umum dari Lampung Tengah, Pesawaran dan Lampung Timur penuh dengan pelajar yang menimba ilmu di kota ini. Demikian sebaliknya di siang hari saat pulang sekolah. Sehingga, angkutan kota tersebar ke segala penjuru wilayah yang mempermudah mobilitas pelajar dan penduduk Metro. Selain itu banyak pula pedagang dari kabupaten tersebut yang melakukan jual beli barang dan jasa di kota ini melalui Angkutan kota.

Berikut daftar trayek angkutan kota di Metro:

Saat ini angkutan tersebut banyak yang tidak aktif karena tergerus oleh modernisasi dengan menjamurnya kendaraan roda dua (motor).

Kota Metro memiliki satu terminal bus besar yaitu Terminal Induk Mulyojati 16C yang merupakan Terminal Terbesar di Kota Metro dan salah satu tersibuk di Lampung, selain itu terdapat Terminal Kota Metro. Terminal Induk Mulyojati 16C melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP) yang melayani rute ke kota-kota di Sumatra dan Jawa. Terminal Induk Mulyojati 16C belum pernah dilakukan renovasi sejak pertama dibangun, sehingga kesan kumuh dan tak terawat tampak jelas di terminal ini. Namun, beberapa calon penumpang masih betah memasuki area terminal terbesar di kota itu. Sejauh ini keadaan teminal sudah cukup kondusif ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Di dalam terminal sudah tidak ada lagi tindakan-tindakan yang dapat menganggu kenyamanan dan keamanan para penumpang. Selain itu, Kota Metro menyediakan bus sekolah gratis untuk siswa dan mahasiswa yang berada di Kota Metro ke rute yang telah ditentukan. Bus Sekolah berkumpul di alun alun Kota Metro pada pukul 06:00 dengan keberangkatan pukul 06:30 WIB

Sebagai Kota Pendidikan, Kota Memiliki fasilitas pendidikan yang mendukung dan sangat baik[kenetralan diragukan]

Telekomunikasi dan jaringan sudah berjalan dengan baik Seperti jaringan telpon, internet kabel Fiber Optik berkecepatan tinggi dan jaringan 4G LTE untuk beberapa operator telekomunikasi sudah berjalan dengan cukup baik seperti Smartfren, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo Hutchison. Namun, XL Axiata hanya mendukung di beberapa distrik kawasan dan sekitar Alun Alun Kota Metro saja. Selebihnya jaringan HSPA, EVDO, 3G, 1x dan 2G (EDGE) sudah 100% didukung oleh seluruh operator GSM dan CDMA terkemuka. Ini semua untuk menunjang fasilitas publik dan Visi Kota Metro sebagai kota pendidikan yang unggul dan masyarakatnya yang sejahtera.

Source

Peta Kota Metro

Peta Provinsi Lampung

 

 

Hubungi kami

Jadi meskipun usaha Anda berada Metro, namun hasil pembuatan conveyor dapat kami kirimkan ke Metro tersebut. Jadi segera hubungi jasa pembuatan conveyor Metro

 

Lokasi kantor kami ada di:

PT Datum Presisi Indonesia | Fabrikasi Conveyor dan Tangki

Komplek Lingkungan Industri Kecil (LIK) Blok G12A-G13A, Jl. Soekarno Hatta No.Km 12, RW.5, Mekar Mulya, Gedebage, Bandung City, West Java 40614

0812-2245-0496

atau hubungi Jasa Pembuatan Conveyor Metro via tombol WA dibawah ini

 

Kami membantu meningkatkan omset usaha Anda memakai dengan conveyor custom cocok Kebutuhan produksi.

Mungkin Anda juga tertarik...

error: Alert: Content is protected !!